The best leader for me
September 19, 2008 by my-only-hope
Saya sangat mengagumi tokoh Bunda Theresa dan mami saya, saya melihat mereka sebagai sosok pemimpin yang memiliki integritas dan sikap empati yang sulit ditandingi siapapun. Mereka adalah sosok yang memiliki kemiripan di beberapa hal khususnya dalam pelayanan dan pengorbanan demi orang-orang terlantar. Bunda Theresa sendiri memiliki daya juang dan iman yang begitu kuat, beliau memiliki pengharapan dan visi yang besar dalam mengangkat martabat rakyat kecil yang kesusahan. Beliau pernah mengeluarkan statement yang hingga saat ini menjadi slogan hidup saya yaitu: “We can’t do all the big things, we just can do the small things with great love”
Bagaimana beliau menunjukkan kesediaannya untuk hidup di Calcutta, bergaul dengan para penderita kusta dan menyebarkan ajaran kasih tanpa membedakan RAS adalah suatu bentuk perjuangan yang tidak ringan dan membutuhkan pengorbanan yang begitu besar. Beliau menghabiskan sisa hidupnya di tengah orang miskin hingga akhir hayatnya, dan beliau menemukan kebahagiaan besar di tengah kesusahan hidup orang banyak. Sulit membayangkan bahwa kita harus bertahan tanpa materi dan hanya bersandar pada doa dan harapan demi tujuan yang lebih besar yaitu memberikan hidup bagi mereka yang kehilangan harapan. Mungkin dengan kesadaran sosial dan sikap mau melayani inilah yang akhirnya menjadikan beliau panutan banyak orang dan menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh di dunia. Inilah tokoh yang berpengaruh bagi kehidupan banyak orang tanpa kelebihan materi dan hanya bermodalkan kasih yang besar bagi semua orang.
Sedangkan mami saya adalah sosok yang sangat mengagumi Bunda Theresa, beliau sangat aktif terlibat dalam, suatu komunitas seperti Rotary yang bergerak dalam bidang pengumpulan dana sosial, persekutuan doa, dan KKIT (kelompok kerja Ibu Theresa) yang memiliki visi menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam melayani sesama sesuai nilai hidup Bunda Theresa, selain itu Mami saya merupakan sosok ibu yang sangat bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya dan menjaga keharmonisan keluarga, beliau bekerja keras tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga untuk memberikan sumbangan bagi para penyandang cacat, panti jompo, dan panti asuhan. Saya melihat mami saya sebagai orang tua yang sangat sibuk dan aktif dalam setiap kegiatan sosial, beliau sering menghabiskan waktunya untuk menjadi relawan sosial. Kegiatan beliau tidak lepas dari kunjungan ke penjara, menemani orang-orang sakit kanker, memberi kesaksian atas kekuatan doa, dan menjalin relasi dengan komunitas sosial yang berbeda agama. Beliau merupakan sosok ibu yang memiliki integritas tinggi, visi yang jelas dan pro aktif dalam memandang setiap masalah. Beliau sangat mencintai anak-anak kecil dan orang-orang tua sehingga saya sering tersentuh melihat banyak orang tua dan anak-anak yang begitu mencintai mami saya. Ada kejadian tentang mami saya yang sangat saya kagumi di mana seorang ibu yang sudah renta dengan pakaian lusuh tiba-tiba mendatangi tempat mami saya bekerja dan meminta tanpa sungkan pada mami saya untuk memijati punggungnya. Mami saya dengan senang hati memijati nenek itu dan bercerita layaknya seorang anak dengan ibu kandungnya. Nenek tersebut hingga merasa bahwa mami saya memiliki perhatian yang lebih besar dibandingkan anak kandungnya sendiri. Saya tersentuh dengan kejadian itu. Dibalik kesibukannya melayani orang lain,beliau tetap menyempatkan diri bercerita dengan anak2nya dan menghabiskan waktu untuk keluarganya, mami saya lebih dari sekedar ibu tapi sahabat bagi saya karena disanalah saya bisa bercerita banyak dan mengeluh tentang beban hidup saya dan mami saya selalu memberikan nasehat yang membuat saya bisa bangkit dari keterpurukan saya. Beliau mengajarkan banyak nilai berharga bagi saya dan mengajarkan saya untuk terus bermimpi dan berani memiliki cita-cita yang besar karena beliau adalah contoh nyata dari keberhasilan seseorang yang berani bercita-cita di tengah sulitnya kondisi hidup.
Beliau pernah bercita-cita ketika masih kecil bahwa beliau ingin mengelilingi dunia suatu saat nanti, dan melihat kondisi ekonomi beliau yang sangat kekuarangan, teman-teman masa kecilnya hanya tertawa bahkan anggota keluarganya pun meragukan karena melihat cita-cita anak kecil yang hidup di desa kota terpencil dengan pendidikan pas-pas an sudah berani bermimpi terlalu jauh. Tetapi beliau bukannya tersinggung tetapi malah termotivasi untuk bisa mencapai mimpinya. Dan pada akhirnya, beliau sungguh-sungguh bisa mengelilingi dunia dengan perjuangan keras, menikmati hasil kerjanya untuk memenuhi mimpinya semasa kecil dan mendapatkan banyak pengalaman di beberapa belahan dunia seperti Amerika,Eropa hingga Asia. Suatu pencapaian yang luar biasa melihat latar belakang ekonomi yang dulu sangat kekurangan hingga saat ini menjadi lebih berkecukupan.
Thanks to God for giving her to me.. She’s the best Mom in The World…
With Love,
Satria
wedewwww…gw br tau tuh,sat,klo ada KKIT,naizzz gt,hoohoh,cm ada d yk gt??
beda gt lu ma nyokap lu,ihihihi,lu ny tipe psikopat gt ^^v
juz wanna say,
i agree with u,
mother theresa emnk so2k yg mnjurus k perfect lh,buat aksi sosial ny,hoohoh..
maka ny,kek nyokap lu lh,lu skrg jg mst jd org bnr (kul yg rajin - red) hahahhahah..
so ntr ny lu jg bs bikin nyokap lu bangga,gak lu aj yg bangga ma nyokap lu,hoohoho..we must try 2 be better than our parent,bnr gak seh??ohohooh..
yahhh,ciayoooo aj d..
n i’ll wait 4 ur next blog,hohoohoh ^^